Sabu Banyak Diminati, Tapi Narkoba Ini Bukan yang Paling Adiktif dan Berbahaya
Sabu Banyak Diminati, Tapi Narkoba Ini Bukan yang Paling Adiktif dan Berbahaya

Sabu memang lebih banyak diminati karena sensasinya langsung terasa. Tapi zat ini bukan yang paling adiktif dan berbahaya.

Narkoba merupakan zat yang dapat memengaruhi kondisi kejiwaan/psikologi seseorang dan dapat menimbulkan ketergantungan fisik maupun psikologi, menurut BNN

Zat adiktif atau yang bisa membuat kecanduan ini terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu Cannabians, Amphetamine Type Stimulants (ATS), OPiad dan Tranquilizer.

Sabu atau zat bernama ilmiah metamfetamin (meth) adalah salah satu narkoba jenis ATS yang cukup banyak dikonsumsi orang Indonesia.

Efek dari sabu ini bisa bertahan hingga 12 jam, yang mana lebih lama dibandingkan dengan kokain.

Sensasi euforia yang konsumen rasakan langsung terjadi beberapa detik setelah sabu masuk ke dalam tubuh.

Setelah sensasi ‘melayang’ ini mulai luntur, pengguna akan merasa kelelahan ekstrem hingga jatuh tertidur dalam jangka waktu panjang.

Namun, sabu bukanlah jenis zat paling berbahaya dan paling adiktif, meski tidak sedikit efek samping yang dihasilkannya.

Berdasarkan laporan Independent.co.uk, zat adiktif yang termasuk dalam ketegori tersebut adalah heroin, kokain dan nikotin.Diikuti oleh barbiturat (obat tidur) lalu alkohol.

Kualitas obat pembuat candu ini diukur dari pengaruhnya terhadap tubuh dan masyarakat.

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

thirteen + ten =