Nod dan Ara, Sebuah Awal Kisah
Nod dan Ara, Sebuah Awal Kisah

“Benar-benar kamar seorang pria.” Ara berkomentar ketika masuk ke kamar Nod. Nod hanya diam masih kesal dengan sikap Ara yang tampak tanpa beban.

“Kamu tidur di sana. Aku akan tidur di sudut sini.” ucap Nod.

Ara kemudian mengambil sebuah lakban hitam di kotak perlengkapan Nod kemudian menariknya panjang dan melekatkannya pada lantai kamar Nod. Membagi kamar Nod menjadi dua area yang terbatasi.

Baca juga:

 

“Jangan coba-coba melintasi garis ini! Atau aku akan membunuhmu!” ucap Ara mengancam dibalas dengan dengus kesal Nod.

Malam semakin larut. Nod masih awas degan gerak-gerik Ara. Ia masih curiga bahwa Ara sewaktu-waktu akan menunggunya lengah dan kemudian membunuhnya.

“Kita lihat siapa yang lebih dulu lengah! Kaupikir aku tak tahu akal bulusmu hah?!” batin Nod.

Diawasinya Ara yang kini tertidur di tempat tidur Nod. Nod terkejut bahwa Ara benar-benar tertidur. Ia mendekati Ara, melewati garis yang membatasi mereka dengan mengendap-endap. Dipastikannya bahwa Ara telah tertidur pulas.

“Ada apa ini? Apa dia gila?! Ia sengaja sekali membiarkan pertahanannya terbuka!” batin Nod. Kemudian ia bergegas mengambil pisau  dapur yang ia sembunyikan.

“Memang seharusnya kamu mati!” baru saja Nod akan menghujamkan pisau padanya, Ara bergerak dan membiarkan pakaiannya sedikit terbuka. Nod terkejut begitu saja melihat bagian tubuh Ara yang tak sengaja terbuka karena polah tidurnya. Wajah Nod memerah.

“Sial! Bisa-bisanya dia tak mengenakan pakaian dalam meskipun menginap di apartemen pria! Sialan!” Nod tak mampu menahan diri. Ia membuang pisaunya kemudian mengambil kotak tissue dan bergegas ke kamar mandi.

Di saat itulah Ara tiba-tiba terbangun. Ara rupanya ‘merasakan’ apa yang tengah Nod ‘lakukan’ di kamar mandi.

“Astaga! Ada apa ini!” teriak Ara panik. Tubuhnya menggeliat karena tak mampu menolak apa yang tubuhnya rasakan.

“Hentikan Nod! Hentikan!” teriak Ara.

Tak selang beberapa lama kemudian Nod kembali dari kamar mandi. Ara sudah terduduk di tempat tidur, melihat Nod dengan ekspresi marah.

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

seventeen − 14 =