Misteri Bak Mandi yang Bertambah Dangkal
Misteri Bak Mandi yang Bertambah Dangkal

Bibi tak menawab sama sekali. Ia malah melangkah dengan cepat menuju dapur. Sudah kebiasaan bibi untuk berjalan cepat-cecpat ke manapun ia hendak menuju. Entah mengapa bibi selalu seperti itu. Seiring bertambahnya usia, ia semakin rempong sendiri dengan banyak hal.

Paman Gusta adalah seorang pebisnis yang gayanya unik. Ia memiliki caranya sendiri untuk menggaet customer dan kemudian mengikatnya. Membuat customer selalu senang dengan segala sesuatu yang diperbuatnya. Ia pintar membuat customer merasa diuntungkan, namun itu hanyalah taktik bisnisnya dan ia tak rugi sepeserpun untuk menyenangkan hati customer. Ia sebenarnya sudah berulang kali menjelaskan taktiknya pada Gusta, namun dasarnya ia tak mudah mengerti, maka seberapa detailpun paman menjelaskannya, Gusta tak akan mengerti.

Baca juga:

 

Penghasilan lancar, kebutuhan sehari-hari sudah berlebih. Namun karena kebiasaan tak sehat sejak muda, kini paman Gusta menderita diabetes. Ia semakin kurus dari tahun ke tahun. Setiap ia menjadi pucat, ia akan dengan segera mencari suntikan insulin untuk tubuhnya. Bukan cara praktis untuk bertahan hidup dan bepergian. Namun mau bagaimana lagi.

Gusta sampai sekarang masih sering bertanya-tanya tentang beberapa kebiasaan unik pamannya. Semisal kebiasaan pamannya untuk membakar dupa pada hari-hari tertentu, atau ketika pada hari lain pamannya tiba-tiba menghilang dan rupanya berada seharian di loteng sendirian tanpa alasan yang jelas. Atau pada saat pamannya itu tiba-tiba memutuskan hanya untuk berjalan kaki kemana-mana selama seminggu penuh. Entah itu itikad atau gerakan dengan maksud lain, Gusta masih belum tahu pasti.

Gusta yang belum sempat menata pakaiannya karena baru sampai di malam hari kini membuka lemari dan memeriksa apakah pakaian lamanya masih ada di situ. Rupanya masih. Kemudian ia membongkari satu per satu pakaian yang teripat rapi di dalam lemari. Kaos, blouse, hem, pakaian dalam, semua lengkap. Sampai akhirnya Gusta terhenti pada set dress berwarna tosca yang menurutnya asing.

‘Dress siapakah ini?’ batin Gusta lalu memanggil bibinya.

“Bi! Bi! Ini dress siapa ya?” tanyanya sambil membawa selembar dress dari lemari pakaian. Dress itu tak terlihat baru pun juga tak tampak lama. Ukurannya sama dengan ukuran pakaian Gusta yang lainnya.

“Lho? Bukannya itu dress-mu ya?” tanya bibi keheranan.

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

5 + 1 =