Pria ini Misterius, Ia Bisa Selalu Tahu Keadaanku, Tapi Sekalipun Tidak Pernah Muncul
Pria ini Misterius, Ia Bisa Selalu Tahu Keadaanku, Tapi Sekalipun Tidak Pernah Muncul

“Yan… cewek yang sering ngajak chat kamu itu selingkuhanmu ya?” tanyaku.
“Ah nggak lah.. Itu temen aku Rah..” jawab Ryan.
“Kok deket banget?”
“Ya udah kalau nggak percaya kita conference aja..” lalu setelah itu Ryan memasukkan cewek yang aku maksud ke dalam obrolan kami. Jadilah kami mengobrol bertiga.

Yang aku heran, kenapa aku selalu curiga? Ryan kembali dekat dengan cewek lain. Dan kali ini, dia melakukan hal yang sama. Bahkan sampai berkali-kali. Apakah aku yang over possessive atau memang benar dugaanku kalau Ryan suka mempermainkan cewek? Tapi sejauh ini dia selalu baik sama aku dan jujur.

Baca juga:

 

Sampai akhirnya, aku harus masuk pondok. Jelas, alat komunikasi tidak diperbolehkan pada tahun pertama. Otomatis, Ryan kecewa dan nggak akan bisa kalau jauh tanpa adanya komunikasi. Kami putus. Aku ikhlaskan saja karena kasihan juga kalau dia harus menunggu. Biarlah yang lebih dekat yang melengkapi kisahnya. Kisahku dengan pacar yang belum pernah kutemui menjadi cerita menarik bagi teman-teman pondokku.

Liburan tiba. Dan yang anehnya, Ryan kembali menghubungiku. Yang mengejutkan, akhirnya dia memintaku kembali menjadi pacarnya. Aku langsung mengiyakan. Bagiku, sekalipun jauh, posisi Ryan belum tergantikan. Selain itu, di tahun kedua nanti, aku bisa membawa laptop. Ini artinya, setidak-tidaknya kami masih bisa menghubungi satu sama lain. Kali ini lewat facebook.

Ketika aku kembali ke pondok, kabar kalau aku kembali pacaran dengan Ryan tersebar begitu cepat. Ditambah lagi, Ryan ternyata menambah teman-temanku sebagai temannya di facebook. Sekarang, siapa yang tidak akan kenal Ryan? Belum lagi, dengan wajahnya yang tampan itu, teman-temanku akan mudah mengingatnya. Dan mungkin juga menginginkannya.

“Panggilan untuk Sarah kelas XI-IPA 2! Silahkan ke ruangan TU untuk mengambil kiriman.” suara speaker menggema di seluruh penjuru pondok.

“Rah! Kayaknya kirimanmu datang tuh!” ujar temanku. Entah kenapa satu pondok jadi heboh karena panggilan barusan.

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

fourteen − seven =