Pada Akhirnya, Perlahan Dirinya Luluh
Pada Akhirnya, Perlahan Dirinya Luluh

Keesokan harinya Egi sedang berjalan-jalan dan menuju minimarket terdekat untuk membeli susu dan roti kesukaannya.

“Egi! Egi!” Egi pun menengok mencari asal suara tersebut. Rupanya Taehyung sedang berbelanja di minimarket yang sama. Ia melambai pada Egi sambil tersenyum lalu menghampirinya.

“Bagaimana? Kau suka?” tanya Taehyung.

“Apa? Kamera? Aku suka sekali! Terima kasih sudah mau meminjamkan kameramu padaku.” ucap Egi.

“Sama-sama, aku senang membantumu.” jawab Taehyung.

“Kenapa kamu mau membantuku? Bukannya ada banyak anak perempuan yang mengincarmu?” Egi ingin memastikan motivasi Taehyung bersikeras meminjamkan kameranya.

Baca juga:

 

“Aku tidak suka dengan sikap mereka. Rata-rata mereka mendekatiku hanya untuk popularitas saja. Sedangkan kamu, benar benar cuek dan sempat mengiraku gila bukan?” jelas Taheyung.

“Hehe iya. Lalu bagaimana kamu tau rumahku? Ibuku?” tanya Egi penasaran.

“Ohh itu. Sebenarnya kita itu tetanggaan. Kamunya aja yang nggak tahu. Kira-kira sudah dua tahun ini aku tinggal di situ. Aku kenal ibumu. Dari dulu aku sering ke rumahmu bersama ibuku. Sayangnya kamu jarang di rumah. Terus ibumu memberi tahu bahwa kamu suka memotret, jadi aku berniat membantumu. Kemarin aku sudah menjelaskan semua pada ibumu. Jadi kameraku tidak akan rusak.” jelas Taehyung panjang-lebar.

“Hah? Jadi kita tetanggaan? Kok baru tau ya? Pantas kamu berbelanja di sini juga.” tanya Egi keheranan.

“Karena kamu sering keluar rumah buat foto-foto sama temanmu.” jawab Taehyung sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Kok tahu?” Egi semakin penasaran dengan Taehyung.

“Aishh… ibumu jelas-jelas memberi tahuku.” ucap Taehyung bangga. Entah mengapa itu tak membuat Egi terkesan.

“Oohh… lalu kamu ikut lomba juga?” tanya Egi mengubah haluan topik.

“Tentu saja! Sepertinya kita akan bersaing.” jawab Taehyung sambil nyengir pede.

“Namanya lomba ya pasti kita saingan..” balas Egi sambil tertawa sinis.

“Kalau kamu kalah, aku mau kamu ketemu aku di rooftop setelah perlombaan selesai!” pinta Taehyung.

“Hah ngapain? Kamu mau foto aku? Apa minta tolong buat aku fotoin kamu?” Egi kebingungan dengan permintaan Taehyung yang satu ini.

“Ada deh, gausah dipikirin. Mending kamu belajar yang bener, sebentar lagi ujian. Semangat Egi!” ucap Taehyung lalu pergi meninggalkan Egi. Sementara itu Egi tanpa sadar tersenyum geli melihat tingkah Taehyung.

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

eight − two =