Pada Akhirnya, Perlahan Dirinya Luluh
Pada Akhirnya, Perlahan Dirinya Luluh

“Kamu nggak belajar?” tanya Ibu Agnes

“Aku capek. Tadi aku baru pulang dari studio.” jelas Agnes.

“Gurumu selalu saja menyuruhmu seenaknya. Ibu tidak mengerti apa yang dipikirkannya. Ya sudah sana mandi lalu istirahat. Kalau kau ada tugas kerjakan dulu. Dan jangan lupa, kamu harus makan malam dulu” pesan ibu.

Baca juga:

 

“Baiklah.” jawab Agnes dengan lemas dan berjalan menuju kamarnya. Langkahnya terhenti ketika ponsel yang berada di kantongnya bergetar.

TING!

Bagaimana lagunya? Lain kali jangan pulang sampai malam malam. Kamu harus menyiapkan fisikmu untuk ujian dan lomba 3 minggu lagi.

 Aku akan jujur padamu, aku suka mengikutimu dan aku lah orang yang tadi bertemu denganmu di depan studio. Soal bagaimana aku mengetahui nomormu aku dapat dari salah satu teman kelasmu. 

-MYG-

Kali ini Agnes benar-benar kesal namun setengah senang juga. “Ini siapa lagi MYG?! Jangan jangan… benar dia si laki-laki genit itu. Setidaknya aku tau inisial namanya. Awas kau MYG!” Dalam hati Agnes, ia sedikit lega karena sepertinya ia mengenal siapa yang kerap mengirim pesan misterius padanya.

Terima kasih sudah melindungiku dari jauh.

Balasnya pada MYG.

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

18 − 17 =