Memeriksa Sesuatu yang Tertinggal
Memeriksa Sesuatu yang Tertinggal

“Huff..” keluh Nod.

“Sudah berkali-kali kamu menghela napas. Ada apa denganmu?” tanya Ara.

“Aku ingin pergi ke konser iniii! Aku sudah menabung sejak lama dan menatikan saat-saat ini nanti malam.” ujar Nod sambil menunjukkan poster band Rock yang ia kagumi.

Baca juga:

 

“Ini adalah pertama kalinya ia konser di kota ini. Ini momen langka. Aku pesan tiket ini dua untuk aku dan Helen. Tapi apa gunanya tiket ini sekarang?” keluh Nod penuh dengan nada kecewa.

“Kenapa kau tak pergi saja denganku?!” tanya Ara keheranan.

“OH IYA! BENAR JUGA?! KAMU MAU SUNGGUHAN?!” tanya Nod kegirangan. Itupun juga memberi sukacita pada hati Ara.

“Tentu saja! Ayo kita pergi malam ini!” sahut Ara juga girang.

Malamnya mereka sudah berada di depan panggung konser. Gemerlap cahaya, suara musik yang dimainkan band-band sebelum bintang tamu utama turut menambah riuh rendah suasana konser. Tibalah saat yang dinanti-nanti. Seorang bintang tamu. Band yang begitu digemari Nod. Awalnya Ara merasa biasa saja. Namun tiba-tiba jantungnya berdegup kencang ketika ia menatap Nod yang tengah antusias melihat band yang akan segera tampil. Ara merasakan kegugupan Nod yang tak sabar mendengarkan band favoritnya. Dan.. mereka memainkan lagunya..

Seketika itu juga Nod ikut melompat-lompat bersama dengan penonton lainnya. Ara yang sebenarnya tidak memahami musik Rock merasakan gairah yang sama dengan Nod. Ia pun tanpa sadar ikut melompat-lompat kegirangan menikmati konser sepanjang malam.

“Astaga! Luar biasa sekali ya konsernya tadi!” teriak Nod ketika mereka berjalan pulang.

“Iya! Ini konser pertamaku dan itu tadi asyik banget! Hahahahaa!” balas Ara kegirangan. Nod tercengang.

“Kamu tertawa?” tanya Nod dengan senyum menggoda. “Kamu bisa tertawa ya?! Hahahahaha!” kini muka Ara memerah. Ia tak pernah sadar bahwa selama ini ia kerap bersikap dingin.

“Aku jadi seperti ini karenamu juga!” balas Ara malu.

“Ayo kita lakukan lagi lain ka..-” Nod menghentikan kalimatnya, lalu ia dan Ara tertunduk sedih.

“Entah mengapa, meskipun baru beberapa hari, aku jadi seperti jauh lebih mengenalmu. Seperti aku sudah mengenalmu sekian lama.” ucap Nod mencoba tersenyum.

“Empati ini, rasanya bukan hal yang buruk..” balas Ara tersenyum pula. “Mungkin mulai sekarang kita hanya perlu memikirkan bagaimana cara menghabiskan waktu yang tersisa dengan lebih bermakna.” ucap Ara. “Besok temani aku nonton! Aku tak mau tahu!” seru Ara.

“Nonton apa?” tanya Nod.

“Drama kesukaanku…” jawab Ara.

“Kenapa harus drama? Pasti akan membosankan…” jawab Nod malas.

“Ayolah! Aku selama ini sudah menemanimu ke rumah dan ke konser. Temani aku nonton sekali ini saja!” rengek Ara.

“Baiklah! Baiklah!” jawab Nod dengan nada meremehkan.

Ara mendengus kesal melihat reaksi Nod yang meremehkan itu.

Bersambung ke: Aku Ingin Selalu Bersamamu

Baca juga:

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

one × two =