Cerpen Romance: Belum Saatnya
Cerpen Romance: Belum Saatnya

Masih kuamati dari sudut kelas, seseorang yang terlihat lebih kalem di antara teman-temannya. Aku tahu siapa dia, setidaknya aku mengenalnya walau hanya tahu namanya. Tidak ada kedekatan dengannya, tapi seperti ada keinginan untuk lebih tahu tentangnya lebih jauh. Berbeda dengan teman-temannya ia memiliki pembawaan yang lebih tenang, sepertinya dia lebih pendiam.

“Sampai sini ada pertanyaan?”, ucap Pak Adi dari depan kelas yang membuyarkan lamunanku. “Kalau tidak ada kita cukupkan sampai di sini saja”.

Kalimat yang diucapkan Pak Adi menandakan kalau kelas sudah menuju akhir. Aku juga mulai membereskan alat tulis dan memasukkannya ke dalam tas. Begitu pula dengan teman-teman yang lain, termasuk Pina orang yang tadi sedang kuamati. Saat aku bergegas ke luar kelas kulihat Pina bersama teman-temannya sudah menuju ke parkiran. Mungkin mereka ingin nongkrong setelah dihajar oleh materi kuliah yang aku sendiri juga tidak begitu memahami.

“Man, mau ke mana hari ini?”, Tanyaku pada Iman.

“Aku ada janji sama Hana, kayanya dia mau ajak aku nonton, aku duluan ya”, jawab Iman sembari menghilang dengan cepat dari hadapanku.

Tinggalkan pesan

Masukkan komentarmu!
Masukkan nama di sini

1 + twelve =